arti kebenaran dan kebetulan dalam islam

pada umumnya kata "benar" dan "betul" memiliki makna yang sama menurut KBBI yaitu sesuai sebagaimana adanya, sesuai dengan faktanya. namun bagaimana bila dua kata tersebut diberi kata depan menjadi "kebenaran" dan "kebetulan"? tentu saja memiliki makna yang berbeda. 

kebenaran sendiri memiliki arti  adalah persesuaian antara pengetahuan dan objek yang dapat diartikan suatu pendapat atau perbuatan seseorang yang sesuai dengan (atau tidak ditolak oleh) orang lain dan tidak merugikan diri sendiri.
kebenaran sendiri memiliki 2 sifat yaitu:
  1. kebenaran yang sifatnya sementara
  2. kebenaran yang sifatnya tetap
  • kebenaran yang sifatnya sementara dapat diartikan bahwa kebenaran ini tidak lah abadi, sewaktu waktu dapat berubah. contoh dari kebenaran sementara yaitu ilmu pengetahuan salah satunya adalah tentang teori Darwin yang mengatakan bahwa manusia merupakan evolusi dari Kera atau Monyet, yang artinya sebelum menjadi manusia modern seperti saat ini manusi adalah Kera atau Monyet. Dan jika memang benar apa yang dianggap oleh Darwin, dapat diambil kesimpulan bahwa manusia kedepannya akan mampu berevolusi lagi dan tidak bisa dibayangkan bagaimana bentuknya.  Itu merupakan kebenaran sementara yang sudah diyakini kebenaranya oleh banyak orang dan menjadi pegangan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Namun pada dasarnya kita sebagai seorang muslim yang mempercayai firman Allah bahwa manusia pertama di muka bumi adalah Nabi Adam AS seharusnya tidak mempercayai teori tersebut.
  • kebenaran yang sifatnya tetap yang maksudnya adalah bahwa kebenaran tersebut sudah mutlak, tidak dapat dirubah kembali, keadaannya selalu sama dari awal hingga akhir. kebenaran ini lah yang hanya berasal dari Allah SWT. kebenaran yang tetap ini juga hanya dapat diterima dengan keimanan kepada Allah SWT, kenapa demikian? percaya kah kamu akan adanya surga dan neraka? sesungguhnya semua itu adalah kebenaran dari kata Allah SWT namun hanya dapat dipercayai kebenarannya dengan keimanan. 
namun kebetulan sendiri adalah  tidak dengan sengaja terjadi (bertemu, tertangkap, dan sebagainya)

Apa pandangan Islam mengenai kebetulan?Di dalam akidah Islam tidak ada yang dikatakan sebagai kebetulan kerana semuanya merupakan takdir daripada Allah SWT. Setiap yang berlaku hatta sekecil mana sekalipun tidak terlepas daripada khudrat dan ilmu Allah SWT. Tetapi kita boleh katakan kebetulan yang dimaksudkan oleh orang kita ialah berbetulan dengan takdir. Maka jika dimaksudkan dengan kebetulan ialah yang berbetulan dengan takdir maka tidaklah menjadi salah untuk kita mengatakan secara kebetulan. Dengan perkataan yang lain ialah sesuatu yang di luar kemampuan kita berlaku dan berbetulan dengan apa yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT.Namun jika dii’tiqadkan yang kebetulan itu terjadi dengan sendiri bukan daripada khudrat Allah SWT maka kalam sebegini boleh mengeluarkan kita daripada Islam dan dikira sebagai murtad dan wajib bertaubat dan jika tidak mahu bertaubat maka dipancung oleh Imam atau ketua negara sebuah negara Islam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIMBANGAN GANTUNG

TAMAN NASIONAL BALI BARAT

REVIEW HOTEL BALI HANDARA BEDUGUL