Manusia dan Teknologi
Manusia dan teknologi pada saat ini tidak dapat dipisahkan, teknologi
berkembang seiringan dengan perkembangan zaman. Seperti yang kita tau, sudah
banyak perkembangan teknologi yang muncul dan membantu namun apakah yang
dimaksud dengan teknologi? Pada umumnya teknologi adalah keseluruhan sarana
untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan
kenyamanan hidup manusia. Dalam islam teknologi merupakan pemberiaan yang Allah
berikan untuk kemudahan agar manusia mendapat kemudahan. Teknologi merupakan
salah satu bentuk kemudahan yang diberika oleh Allah. Dengan adanya teknologi
kita sebagai makhluk Allah dapat menyadari bahwa kuasa Allah sangatlah besar
dan kita sebagai hamba-Nya harus mengimani kuasa tersebut.
Umumnya semua manusia dapat mengahasilkan sebuah teknologi sesuai dengan
kebutuhan sehari-harinya. Contoh teknologi adalah teknologi informasi,
teknologi medis, bioteknologi dan lain-lain. Masing-masing memberikan manfaat
yang berbeda dalam kehidupan manusia, seperti dalam bisnis, komunikasi, pendidikan hingga
kesehatan.
Tidak jarang
sekarang sudah banyak teknologi yang mendukung pelaksanaan ibadah. Penggunaan perangka
teknologi dalam pelaksanaan ibadat mahdah tidaklah terlarang, tidak ada aturan
yang khusus untuk penggunaannya selama semua teknologi yang digunakan dengan
tujuan yang baik dan tidak bertentangan dengan inti syariat seperti mempermudah
dan memperlancar ibadah, dan dalam penggunannya yang tidak melalaikan kewajiban
sehingga mengguanakan teknologi hanya sesuai keperluan.
Sejak dahulu teknolo sudah banyak ditemukan, banyak sekali tokoh
muslim yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan teknologi pada saat itu
beberapa diantaranya :
1.
Ibnu Al- Haitham
Ibnu Al-Haitham merupakan salah satu tokoh islam yang sangat
berpengaruh dalam teknologi optik salah satu hasil ciptaannya adlaah mikroskop
dan teleskop.
2.
Al-battani
Beliau merupakan seorang astronom yang berhasil menemukan hitungan
hari dalam satu tahun yang terdiri dari 356 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24
detik. Beliau juga yang menemukan beberapa persamaan trigonometri
3.
Al-khawarimi
Merupakan tokoh islam dengan penemuan Aljabarnya yang hingga saat
ini masih sangat sering kita gunakan, Al- Khawarimi merupakan seorang yang ahli
dalam bidang matematika, astronomi, dan geografi yang berasal dari iran.
Dan tentu masih sangat
banyak tokoh tokoh islam yang berpengaruh terhadap peradapan teknologi.
Pada buku Ilmuwan
Muslim Sepanjang Sejarah, diterbitkan oleh Mizan Bandung (1989) diungkap
nama-nama ilmuwan muslim terkenal beseeta karyanya. Tetapi, karena buku ini
hanya sekadar bersifat indeks, maka bahasan isinya lebih banyak tentang hal-hal
yang umum. Para ilmuwan yang dibicaakan adalah ilmuwan muslim sejak abad VIII
hingga XX. Sebagai buku saku, buku yang diberi kata pengantar oleh Armahedi
Mahzar, dia juga menulis pengantar pad buku Teknologi dalam Sejarah Islam,
dianggap cukup sebagai referensi awal yang bisa dikembangkan bahasannya dengan
memperluas bahan bacaan lain tentang bahasan yang sama dengan isi buku
tersebut.
Ketika
berbicara tentang teknologi, pada kenyataannya kita juga tidak bisa melihat
betapa kegiatan seni telah ada di dalamnya. Banyak bukti di lapangan,
karya-karya seni sebagai karya imajinatif awal telah menjadi cikal bakal
pengembangan karya-karya teknologi. Ada juga karya teknologi yang dimanfaatkan
dalam berkarya seni. Antar seni, yang oleh sementara orang dipandang sebelah
mata karena dianggap lebih dominan terkait dengan unsur rasa, dan teknologi
dianggap lebih dominan menggunakan pikir, bisa dibuktikan di lapangan bahwa
keduanya adalah kegiatan yang bergandengan. Rasa, pikir, dan respons terhadap
lingkungan, ada dalam kedua kegiatan tersebut. Tak ada kegiatan yang steril
dari pengaruh rasa, pikir, dan kebutuhan merespons lingkungan. Hanya bentuk
akhir saja yang membedakan hasilnya. Pada awal dan proses penggubahan, semua
karya manusia, yang dianggap sangat ilmiah maupun “sekadar pengisi waktu luang”
sekalipun, adalah hasil perilaku manusia yang melibatkan tiga pilr inti
kegiatan yang telah disebutkan tadi.
Buku Seni di Dalam Peradaban Islam, tulisan
M. Abdul Jabbar Beg (editor, 1988), yang diterbitkan oleh Pustaka Bandung, ada
sejumlah tulisan penting yang membahas bagaimana pandangan para ilmuwan muslim
tentang seni maupun masalah konsep seni (di) dalam Islam. Masalah kedudukan
seni di dalam Islam, estetika seni Islam, konsep tashwir, musik religi Islam,
seni rupa Islam, dan arsitektur Islam, ditulis oleh tokoh-tokoh penulis yang
terkenal. Buku seni Islam lainnya, ditulis oleh Ismail Raji Al-Faruqi, Seni
Tauhid Esensi dan Ekspresi Estetika Islam, berisi bahasan tentang seni
sastra, kaligrafi, ornamentasi, seni ruang, dan seni suara, diterbitkan oleh
Bentang Yogyakarta tahun 1999. Di samping dua buku tadi, ada juga buku yang
ditulis oleh Hamdy Salad (2000) tentang Agama Seni Refleksi Teologis dalam
Ruang Estetis, diterbitkan oleh Semesta Yogyakarta. Isi bahasan terkait
masalah estetika, seni teater, seni sastra, dan sinema, yang dilengkapi pula
dengan daftar ayat-ayat tentang seni dan kebudayaan. Ada tulisan yang menarik,
yang sengaja di pasang di bagian depan dalam buku (sejenis motto) yang diambil
dari intisari beberapa ayat Al-Quran surat Al-Hijr: 39-40 dan An-Nuur: 21:
“Lihatlah! Iblis dan setan-setan itu senantiasa hadir untuk memberi ilham dalam
proses kebudayaan, penciptaan seni, dan keindahan …”



Komentar
Posting Komentar