MANUSIA SEBAGAI MAKHUL PENELITI
Manusia sebagai makhluk peneliti maksudnya
adalah bahwa manusia sudah diciptakan oleh Allah memiliki akal yang dapat
digunakan untuk meneliti sesuatau kata meneliti sendiri adalah aktivitas
menggunakan sistem tertentu dalam memperoleh pengetahuan. Manusia dituntut
Allah untuk melakukan kegiatan pembacaan yang seharusnya memerlukan penelitian
yang mendalam.penelitian tersebut dimulai dengan mempelajari sesuatu yang
paling dekat dengan diri manusia, yaitu tentang dirinya senidri.
Setelah meneliti tentang dirinya sendiri,
manusia akan meneliti dari hal yang dekat dengan nya yaitu keluarga terdekat
dilanjut dengan lingkungannya, karena manusia harus mengurus lingkungannya.
Manusia memiliki kewajiban untuk meneliti
derajat manusia di sisi Allah, karena Allah memebri jaminan tentang
pengetahuanyang akan didapat oleh orang-orang yang mau melakukan penelitian. Penelitian
membutuhkan ilmu yang cukup untuk itu sejalan dengan janji Allah akan derajat
manusia yang memiliki ilmu akan lebih tinggi dibandingkan dengan manusia yang
tidak memiliki ilmu, telah terbukti juga. Allah telah meninggalkan derajat
orang-orang kafir yang sadar-ilmu , sekali pun mereka tidak beriman, dibanding
orang-orang muslim yang mengaku beriman tapi tidak sadar- penelitian. Derajat duniawi
yang dimiliki orang-orang kafir telah membuktikan bahwa janji Allah itu bener
adanya.
Dijaman yang serba modern seperti saat ini
sangat banyak sumber sumber yang memberikan pengetahuan tentang penelitian
dunia, namun sudah sejak lama sebelum manusia memulai penelitian Al=Qur’an
sebagai sumber ilmu global bagi umat islam. Bila Al-Qur’an ditafsirkan maka
didalam nya banyak sekali rahasia rahasia Allah tentang bumi tempat kita
tinggali. Sesungguhnya di dalam Al-qur’an terdapat sumber aneka keputusan
penelitian yang mana didalam nya tidak perlu di teliti lagi dan tidak perlu
diubah lagi, karena isinya terdapat berbagai imu pengetahuan yang akan dan
telah ditemukan oleh manusia. Banyak sekalia penelitian yang saat ini ditemukan
telah lebih dahulu dituliskan dalam ayat suci Al-Qur’an, akan hal nya tentang
penelitian bahwa di luar bumi terdapat planet planet lain seperti bintang, bulan,
matahari yang saling berkeliling tanpa tabrakan sebelum penelitian tersebut
sudah lebih dahulu tertulis didalam Al-Qur’an. Para ilmuan muslim haruslam
menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber utama atas kegiatan keilmuan pada masa ini.
Namun dalam penelitian juga harus memiliki
batasan, salah satunya adalah berfikir untuk meneliti bagaimana penciptaan
pencipta manusia karena itu sama saja mendolimi Allah SWT untuk itu cukup lah
dengan meneliti tentang perihal apa yang Allah ciptakan untuk manusia, yang diciptakan
untuk emnjadi pendamping kehidupan manusia.
Komentar
Posting Komentar