Postingan

MANUSIA SEBAGAI MAKHUL PENELITI

Manusia sebagai makhluk peneliti maksudnya adalah bahwa manusia sudah diciptakan oleh Allah memiliki akal yang dapat digunakan untuk meneliti sesuatau kata meneliti sendiri adalah aktivitas menggunakan sistem tertentu dalam memperoleh pengetahuan. Manusia dituntut Allah untuk melakukan kegiatan pembacaan yang seharusnya memerlukan penelitian yang mendalam.penelitian tersebut dimulai dengan mempelajari sesuatu yang paling dekat dengan diri manusia, yaitu tentang dirinya senidri. Setelah meneliti tentang dirinya sendiri, manusia akan meneliti dari hal yang dekat dengan nya yaitu keluarga terdekat dilanjut dengan lingkungannya, karena manusia harus mengurus lingkungannya. Manusia memiliki kewajiban untuk meneliti derajat manusia di sisi Allah, karena Allah memebri jaminan tentang pengetahuanyang akan didapat oleh orang-orang yang mau melakukan penelitian. Penelitian membutuhkan ilmu yang cukup untuk itu sejalan dengan janji Allah akan derajat manusia yang memiliki ilmu akan lebih ...

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BELAJAR

Manusia adalah makhluk pembelajar pada dasarnya , karena belajar merupakan salah satu bentuk perilaku yang amat penting bagi kelangsungan hidup manusia. manusia harus merespons alam sebagai bentuk proses belajar. Semua yang kemu-dian dimiliki oleh manusia: pengetahuan, keterampilan, sikap, maupun bentuk-bentuk keinginan yang menyertai keberadaan manusia, adalah hasil belajar tentang diri dan dari lingkungannya. Manusia bisa berubah menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Bahkan, selanjutnya mereka larut dengan lingkungannya. Nabi mengingatkan ummat dengan haditsnya: “Semua yang lahir berada dalam kondisi fitrah, orangtuanyalah yang meyahudikan, menasranikan, ataupun memajusikannya”. yang membedakan manusia dengan makhluk lain seperti binatang misalnya. Karena aktivitas belajar lah yang mengantarkan seorang manusia menjadi berilmu, yang selanjutnya me nempatkan manusia menjadi makhluk yang paling mulia diantara makhluk yang Allah ciptakan . Karena belajarlah, manusia bisa bertah...

Peringatan Allah tentang Takaran dan Timbangan

Pasti kita sudah tidak asing bila mendengan takaran mau pun timbangan, seperti yang kita ketehui timbangan merupakan suatu macam alat ukur yang digunakan secara cepat dan benar dalam hal perhitungan, namun dalam islam takaran dan timbangan diartikan pengertian takaran dan timbangan bisa mengandung dua makna: makna lahiriah (takatan dan timbangan yang biasa digunakan dalam urusan jual-beli) dan makna lain yang lebih jauh terkait dengantakaran dalam menentukan penilaian hukum, penilaian kejadian perkara tertentu, maupun timbangan-timbangan terkait dengan penentuan keadilan sikap. Dua hal utama tadi menjadi tranding topic dalam banyak kejadian dan periode zaman. Yang diungkap oleh Allah swt di dalam Al-Quran lebih khusus tentang kaum pemalsu takaran dan timbangan yang diperlakukan sebagai masyarakat yang --akhirnya-- dikenai azab Allah swt. Mungkin menurut orang-orang takaran dan timbangan seakan hal kecil yang tidak memiliki dampak besar, namun sayangnya permasalahan   ini san...

Manusia makhluk siyasah

Secara etimologi siyasah Syar’iyyah berasal dari kata Syara’a yang berarti sesuatu yang bersifat Syar’i atau bisa diartikan sebagai peraturan atau politik yang bersifat syar’i. Secara terminologis menurut Ibnu Akil adalah sesuatu tindakan yang secara praktis membawa manusia dekat dengan kemaslahatan dan terhindar dari kerusakan. Dari definisi siyasah yang dikemukakan Ibnu 'Aqail di atas mengandung beberapa pengertian. Pertama, bahwa tindakan atau kebijakan siyasah itu untuk kepentingan orang banyak. Ini menunjukan bahwa siyasah itu dilakukan dalam konteks masyarakat dan pembuat kebijakannya pastilah orang yang punya otoritas dalam mengarahkan publik. Kedua, kebijakan yang diambil dan diikuti oleh publik itu bersifat alternatif dari beberapa pilihan yang pertimbangannya adalah mencari yang lebih dekat kepada kemaslahatan bersama dan mencegah adanya keburukan. Hal seperti itu memang salah satu sifat khas dari siyasah yang penuh cabang dan pilihan. Ketiga, siyasah itu dalam wilaya...

Pengertian dan hukum mawaris atau faraid

Faraid adalah ilmu yang diketahui dengannya siapa yang berhak mendapat waris dan siapa yang tidak berhak, dan juga berapa ukuran untuk setiap ahli waris. Sedangkan   Mawaris adalah bentuk jamak dari kata miras ( موارث ), yang merupakan mashdar (infinitif) dari kata : warasa – yarisu – irsan – mirasan. Maknanya menurut bahasa adalah ; berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain, atau dari suatu kaum kepada kaum lain. Satu hal yang secara rinci ditentukan Allah dalam Al-Quran adalah masalah waris. Masalah ini, disebutkan dalam hadits, adalah masalah “yang pertama akan hilang dari pengetahuan ummat”. Allah menetapkan hukum waris lengkap dengan cara pembagiannya, bagian-bagian hal waris, dan persyaratannya, di antaranya dalam 3 ayat yang sangat jelas (Q.S. Al-Baqarah, 02: 240; An-Nisaa, 04: 11, 176). Mengapa Allah merincinya dalam ayat-ayat Al-Quran, sementara masalah lain diberitakan hanya secara global saja? Hal itu menunjukkan bahwa masalah waris sangat penting dan rawa...

POLA HUBUNGAN VERTIKAL ANTARA MAKLUK DENGAN PENCIPTA

Setiap individu memiliki kewajiban dan hak masing-masing langsung dengan Allah. Setiap manusia berhubungan langsung dengan Khaliknya tanpa perlu perantara. Hubungan manusia (makhluk) dengan Allah (Khalik) adalah hubungan vertikal langsung tak memerlukan perantara. Setiap orang, tidak dibatasi ruang dan waktu, bisa “menghadap” Allah. Untuk menghubungi Allah secara langsung, Dinul Islam telah menetapkan bentuk hubungan tanpa-penghalang dengan Allah swt dalam bentuk doa. Shalat adalah salah satu perilaku berdoa kepada Allah sebagai salah satu bagian ibadat mahdhah. Berdo’a dalam bentuk yang lain adalah memohon langsung kepada Allah dengan ucapan permohonan (dicontohkan oleh Nabi) atau pun ucapan lain sesuai dengan bahasa dan kebutuhan manusia. Kehidupan umat muslim harus dipenuhi oleh doa-doa. Sejalan dengan pernyataan hadits Nabi bahwa “addu’aa mukhkhul ibadat”, doa itu adalah saripatinya ibadat. Pada kenyataannya segala sisi kehidupan umat muslim tidak akan pernah lepas dari dziki...
MANUSIA SEBAGAI MAHLUK OTONOMI Istilah otonomi sering dikaitkan dengan urusan pemerintahan. Pemerintahan daerah yang memiliki hak otonom bisa mengatur urusan dirinya sendiri tanpa banyak bergantung kepada pemerintah pusat. Pengertian otonom ini dapat dikaitkan dengan keberadaan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. Manusia memiliki hak menentukan pilihan dengan diikat oleh kewajiban beribadah kepada Allah SWT dengan mengikuti segala peraturan-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah dengan sifat RahmanNya menyediakan nikmat hidup kepada semua mahlukNya tanpa kecuali. Semua mahluk Allah dianugerahi nikmat hidup tanpa kecuali. Manusia, jin, malaikat, binatang, maupun tumbuhan, diberi kesempatan menikmati kehidupan secara merata oleh Allah. Allah tidak pernah akan membedakan mahluk mana yang menuruti aturanNya atau yang mengingkari aturanNya, semua mendapatkan kasih sayang Allah. Dalam kaitan dengan nikmat hidup, semua mahluk Allah swt telah dijamin rezekinya baeserta fasilitas hid...